PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG.
Dermatitis
atopik (DA) merupakan suatu penyakit keradangan kulit yang kronik, ditandai
dengan rasa gatal, eritema, edema, vesikel, dan luka pada stadium akut, pada
stadium kronik ditandai dengan penebalan kulit (likenifikasi) dan distribusi
lesi spesifik sesuai dengan fase dermtitis atopik, keadaan ini juga berhubungan
dengan kondisi atopik lain pada penderita ataupun keluarganya. (Fauzi., 2009).
Faktor penyebab
DA adalah kelainan herediter yang dipicu dengan adanya faktor pencetus /
alergen. Beberapa penderita memiliki kecenderungan untuk menghasilkan antibodi
berupa imunoglobulin E (IgE) secara berlebihan sebagai respon terhadap sejumlah
alergen. Pada bayi dan anak-anak, alergen makanan (susu, telur, dan daging)
lebih berperan. Seiring dengan pertambahan usia, peran alergen makanan
cenderung menurun dan digantikan oleh alergen hirup seperti tungau debu rumah,
bulu binatang, benda berbulu, atau bahkan keringat sendiri. (Bieber., 2008).
|
Penyakit ini di
alami sekitar 10-20% anak. Pada 70% kasus dermatitis atopik umumnya dimulai
saat anak-anak dibawah 5 tahun dan 10% saat remaja / dewasa. (William H.C.,
2005). Umumnya episode pertama terjadi sebelum usia di bawah 12 bulan dan
episode-episode selanjutnya akan hilang timbul higga anak melewati masa
tertentu. Sebagian besar anak akan sembuh dari ezkema sebelum usia 5 tahun.
Sebgian kecil akan terus mengalami ezkema hingga dewasa. Diperkirakan angka
kejadian dimasyarakat adalah sekitar 1-3% dan pada anak < 5 tahun sebesar
3,1% dan prevelensi dermatitis atopik meningkat 5-10% pada 20-30 tahun terahir.
(Judarwanto., 2009).
Pada penderita
dermatitis atopik 30% akan berkembang menjadi asma dan 30% berkembang menjadi
rhinitis allergi. Berdasarkan internasional
study of ashma, and alergies in children. Pervalensi gejala dermatitis
atopik pada anak usia 6 / 7 tahun sejak periode tahun pertama bervariasi yakni kurang dari 2% di Iran dan Cina sampai
kira-kira 20% di Australia, Inggris,dan Skandinavia. Prevalensi juga di temukan
di Amerika. Di inggris pada survai populasi pada 1760 anak-anak yang menderita
dermatitis atopik dari 1-5 tahun di temukan kira-kira 84% kasus ringan, 14%
kasus sedang, 2% kasus berat (William H.C., 2005). Menurut laporan kunjungan
bayi dan anak di RS di Indonesia, dermatitis atopik berada pada urutan pertama
(611 kasus) dari 10 penyakit kulit yang umum ditemukan pada anak-anak. Di
klinik dermatoveneologi di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta pada periode bulan
februari 2005 sampai desember 2007, terdapat 73 kasus dermatitis atopik pada
bayi (Budiastuti M., dkk., 2007). Sedangkan data di Unit Rawat Jalan Penyakit
Kulit Anak di RSU dr. Soetomo di dapatkan jumlah pasien dermatitis atopik mengalami peningkatan
sebesar 116 pasen (8,14%) pada tahun 2006. Pada 2007 sebesar 148 pasien (11.05)
sedangkan pada tahun 2008 sebanyak 230 pasien (11.65%) (Zulkarnain I., 2009).
Prevelensi pada anak laki-laki sekitar 20%, 12 pasien pada tahun-tahun sebelum
studi, 19% anak perempuan (11% pada tahun sebelum tahun 2000) (Tada J.,2002).
Prevalensi
dermatitis di Provinsi Jawa Tengah sebesar 8%, tertinggi di Kabupaten Pemalang
(15,7%), Sragen (13,8%), Salatiga (13,4%) dan terendah di Demak (2,2%),Magelang
Kota (2,6%), Blora (2,8%). Dan di kendal terdata ada (11.5%). (Riskesdas Jateng
2007).
Alasan
yang menguatkan penulis mengambil judul dermatitis atopik adalah dari data pengkajian yang dilakukan pada tanggal
24-11-2011 di dapatkan dari keluarga klien, bahwa klien mempunyai riwayat
alergi terhadap makanan, setelah klien makan makanan seperti kerang atau sosis,
klien merasa gatal-gatal dan sehari setelahnya klien merasa sesak nafas. Dan
klien juga mempunyai faktor pendukung lain yaitu faktor genetik, bahwa di dalam
keluarga klien ada yang mempunyai riwayat alergi yang sama yaitu kakek dari
klien. Hal tersebut diatas sesuai dengan teori yang di kemukakan oleh William
2005 dan Fauzi 2009.
Berdasarkan
latar belakang diatas, penulis tertarik untuk mengangkat masalah-masalah ini
menjadi masalah keperawatan utama dalam pembuatan karya tulis ilmiah dengan
judul : “ Asuhan Keperawatan Anak Pada An. N Dengan Dermatitis Atopik di Ruang Dahlia RSUD dr. H.SOEWONDO KENDAL.
B.
TUJUAN
PENULISAN.
Untuk lebih
konkritnya apa yang ingin dicapai dalam karya tulis ini, penulis mengemukakan
pokok tujuan penulisan sebagai berikut :
1.
Tujuan
umum.
Untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang
pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien An. N dengan dermatitis atopik selama
tiga hari pada tanggal 24 - 26 -2011 di
ruang dahlia RSUD dr. H.SOEWONDO KENDAL
melalui pendekatan proses keperawatan.
2.
Tujuan
khusus.
Setelah
menyelesaikan karya tulis ini diharapkan penulis mampu :
a.
Melakukan
pengkajian selama memberikan Asuhan Keperawatan kepada klien dengan masalah dermatitis atopik
(DA).
b.
Merumuskan
diagnosa keperawatan selama memberikan Asuhan Keperawatan kepada klien dengan masalah dermatitis atopik
(DA).
c.
Merumuskan
rencana tindakan selama memberikan Asuhan Keperawatan kepada klien dengan masalah dermatitis atopik
(DA).
d.
Menyelesaikan
masalah keperawatan yang dialami oleh klien
dengan masalah
dermatitis atopik (DA).
e.
Melakukan
perencanaan tindak lanjut pada klien dengan masalah
dermatitis atopik (DA).
C.
METODE
PENULISAN.
Metode yang dipakai adalah dengan
pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa
keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Adapun teknik penulisan
adalah deskriptif. Deskriptif merupakan gambaran kasus yang dikelola dengan
cara pengumpulan data yang diperoleh saat pengkajian. Pengumpulan data
diperoleh dengan cara :
1. Wawancara
Mengadakan
tanya jawab dengan pihak yang terkait : klien maupun tim kesehatan mengenai
data klien dermatitis atopik. Wawancara dilakukan selama proses keperawatan
berlangsung.
2. Observasi
partisipasi
Dengan
mengadakan pengamatan dan melaksanakan asuhan keperawatan secara langsung pada
klien selama di dahlia RSUD dr.
H.SOEWONDO KENDAL.
3. Studi
dokumentasi
Dokumentasi ini
diambil dan dipelajari dari catatan medis, catatan perawatan untuk mendapatkan
data-data mengenai perawatan maupun pengobatan.
4. Studi
kepustakaan
Menggunakan dan
mempelajari literatur medis maupun perawatan yang menunjang sebagai teoritis
untuk menegakkan diagnosa dan perencanaan keperawatan.
D.
SISTEMATIKA
PENULISAN.
Untuk
mendapatkan gambaran yang jelas mengenai karya tulis ilmiah ini, penulis
menggunakan sistematika penulisan yang terdiri dan lima bab yaitu:
Bab
I : Berisi
tentang pendahuluan yang meliputi latar belakang, tujuan penulisan, metode, dan
sistematika penulisan.
Bab
II : Berisi
tentang konsep dasar yang meliputi: pengertian, anatomi fisiologi, etiologi, patofisiologi,
manifestasi klinis, penatalaksanaan medis, komplikasi, pathways, diagnosa
keperawatan, dan fokus intervensi.
Bab
III : Berisi
tentang tinjauan kasus yang membahas kasus pasien meliputi pengkajian, analisa
data, pathways, diagnosa, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi.
Bab
IV : Berisi
tentang pembahasan kasus yang bertujuan untuk menemukan kesenjangan antara
teori dan fakta yang ada mulai dari pengkajian, analisa data, pathways,
diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi.
Bab
V : Berisi
kesimpulan dan saran-saran tentang kasus yang dibahas dan dapat menjadi
pemikiran selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar