Jumat, 13 Juni 2014

Cinta hebat untuk mu

Ku nikmati ini, Walau di hati ini,,
Masih selalu bertanya-tanya & menerka-nerka.,
Namun karna ALLAH semua terasa indah.,

Walaupun aku tak setampan & romantis Romeo / Rama,.
Namun cinta yang ku punya ini lebih hebat & tulus untuk mu,
Tapi apa arti ini,,??
Bila yang di cinta tak pernah menginginkannya. ,

Aku juga tak bisa memaksa cinta,
karna Haq cinta milik ALLAH,,
Namun aku sabar menantii, hingga., ,., ,
suatu saat nanti engkau tau & perlahan membalasnya.,

Dan aku ini bukan untuk menyerah,,
karna ku yakin,,
Akan ada ahir yang Indah ,,
di ujung kesabaran karna ALLAH.,

Sabtu, 07 Juni 2014

Tujuan Cinta Ku

                             Tujuan Cinta ku

    Maafkan aku.,,
tak memiliki cukup pengalaman untuk merayu.,
     Apalagi merayu kaum Hawa impian ku sendiri spertimu.,
Karna Q tak ingin kau terpikat karna rayuan, dan terlena dengan dunia.,
               Namun Aku slalu & terus berdo'a kpada ALLAH,,
      Dengan Melaluimu Q ingin menjadi saksi kbesaran ALLAH,
       Melalui mu, Q ingin memuji ALLAH,
Melaluimu Q ingin meng Imani ciptaan ALLAH
       & Melaluimu Q ingin lebih dekat kpda ALLAH.,
       Meskipun hanya sebuah harapan,
itu sangat berharga bagiku,
Membuat hidup ku lebih bergairan.,
& Tegak untuk melangkahkan kaki,,
        Karna dengan cintamu, Q ingin mencari keridhoan Allah.,
& Dengan cintamu Q ingin mencari cinta ALLAH,
        Sebab itu sejatinya tujuan hidup manusia pada hakikat.nya

Jumat, 28 Maret 2014

Embun & gerimis

Bila gerimis datang dipagi hari, siapa yang bisa membedakan, antara mana tetes geriris, dan juga mana tetes embun

Sabtu, 12 Januari 2013

( KTI ) BAB 5 DERMATITIS


BAB V

PENUTUP
Pada BAB ini penulis akan menyimpulkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan serta saran-saran yang bermanfaat bagi pihak dalam melakukan Asuhan Keperawatan Anak pada klien An. N dengan Dermatitis Atopik di Ruang Dahlia RSUD dr. H. Soewondo Kendal.
A.      Kesimpulan.
Dermatitis atopik adalah kelainan kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak, yang biasa ditandai oleh rasa gatal, penyakit sering kambuh, dan distribusi lesi yang khas.
Dermatitis atopik ini penyebabnya adalah multifaktorial, termasuk di antaranya faktor genetik, emosi, trauma, keringat, dan faktor imunologis (Mansjoer, 2000).
Dan faktor/ penyebab yang tampak pada klien An. N dalam pengkajian adalah dari faktor genetik yang di turunkan oleh kakek klien, dapat juga penurunannya melalui kontak langsung saat klien diajak/digendong karena keadaan tersebut juga bisa mempengaruhi. Dan klien mempunyai riwayat alergi terhadap makanan seperti sosis dan kerang.
109
 
Kemudian pada komplikasi yang terlihat pada klien An. N adalah pada pola pernafasan yang di akibatkan oleh paparan alergen yang merangsang sitem imun (antibodi) yang menyebabkan reaksi hipersensitivitas paru untuk memproduksi sputum, sebagai respon terhadap benda asing/ alergen yang masuk dalam tubuh, penumpukan sputum/sekret yang berlebih mengakibatkan penyempitan jalan nafas yang menjadikan jalan nafas klien tidak efektif.
Dalam penatalaksanaan dan asuhan keperawatan yang akan diberikan pada klien, selain harus mengacu atau berpedoman pada sumber-sumber yang relefan. Kita juga harus memperhatikan keadaan dan setiap perkembangan klien di lapangan. Karena pada setiap klien, gejala dan faktor-faktor yang di tunjukan berbeda-beda. Jadi kita sebagai calon-calon tenaga kesehatan yang profesional harus banyak-banyak membaca dan pandai-pandai mengkolaborasikan setiap tindakan sesuai dengan keadaan klien.
Karena ekonomi yang tidak mendukung klien pulang dengan keadaan belum sembuh benar, pada tanggal 27 November 2011. Planning pulang yang diberikan untuk klien dan keluarga yang perlu di perhatikan saat di rumah yaitu meliputi : beritahu keluarga untuk kontrol ke poli kulit pada hari ke 3 setelah kepulangan. Yang perlu diperhatikan keluarga untuk perawatan pada anaknya dengan dermatitis atopik, seperti yang dilakukan perawat, semisal: memandikan dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih, Jaga kebersihan agar tetap bersih dan kering, mencuci tangan sebelum melakukan tindakan, menghindari makanan dan benda yang dapat memicu terjadinya alergi. Juga dianjurkan kepada keluarga saat mencuci pakaian klien agar tidak dijadikan satu dengan anggota keluarga yang lain, karena juga bisa menjadikan faktor penularan. Dan kebersihan lingkungan di sekitar klien terutama pada kebersihan diri klien sendiri.
B.     Saran.
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis memberikan saran sebagai berikut:
1.      Untuk Rumah Sakit.
Rumah sakit di harapkan untuk penyakit kelainan kulit ini agar bisa ditempatkan di ruang tertutup (isolasi), karena dermatitis atopik termasuk penyakit kelainan kulit yang dapat menular melalui kontak langsung dan perlu dilakukan perawatan yang khusus.
2.      Untuk Institusi Pendidikan.
Institusi pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan, hendaknya menambah literature yang ada diperpustakaan, dengan literature yang masih tergolong terbitan baru, sehingga peserta didik tidak kesulitan saat mencari literature.
3.      Untuk Perawat.
Bagi perawat dalam melakukan tindakan keperawatan kepada klien dermatitis atopik agar menggunakan proteksi diri seperti memakai handscoon, masker, sebelum dan setelah melakukan tindakan.
4.      Untuk Mahasiswa.
Bagi penulis diharapkan agar lebih meningkatkan pengetahuan serta mengaplikasi ilmu pengetahuan yang didapat di rumah sakit dan lebih banyak belajar lagi dalam pembuatan karya tulis ini, karena penulis masih banyak kesalahan dan kekurangan.


5.      Untuk keluarga klien.
Keluarga diharapkan mengerti cara-cara menangani atau perawatan pada anaknya dengan dermatitis atopik, seperti yang dilakukan perawat, semisal: memandikan dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih, Jaga kebersihan agar tetap bersih dan kering, mencuci tangan sebelum melakukan tindakan, menghindari faktor pencetus alergi. Juga dianjurkan kepada keluarga saat mencuci pakaian klien agar tidak dijadikan satu dengan anggota keluarga yang lain, karena juga bisa menjadikan faktor penularan.

Suara Jiwa

BESIT HATI

Kini aku tersesat dalam dunia ini, dalam hidup ku sendiri.,,
       ya ALLAH kirimkanlah bidadari kecil-MU.,
Untuk menuntun hamba dalam hidup ini.,,
            Agar hamba bisa MENGARTIKAN HIDUP INI DENGAN MAKNA.,

Minggu, 30 Desember 2012

BAB III DERMATITIS


BAB III
TINJAUAN KASUS

Ruang                                             : Dahlia, RSUD dr,H SOEWONDO
                                                          KENDAL
Tanggal pengkajian                       : 24 november  2011
Tanggal masuk                               : 22 november  2011
No. RM                                          : 190511
Diagnosa                                        : DERMATITIS ATOPIK
A.    PENGKAJIAN
1.Identitas klien
Nama                                       : An. N.
Umur                                       : 6 tahun.
Jenis kelamin                          : Perempuan.
Suku/bangsa                            : Jawa/Indonesia.
Agama                                    : Islam.           
Alamat                                     : Penaggulan Rt 1/6 Kec. Pegandon
                                                   Kab.Kendal.
Pekerjaan                                 : Pelajar.
2.Identitas Penanggung Jawab
Nama                                       : Tn.M.
Umur                                       : 31 tahun.
51
 
Pekerjaan                                 : Buruh.
Pendidikan                             : -
Hubungan dengan pasien       : Ayah klien.

B.     RIWAYAT PENYAKIT
1.      Keluhan utama.
Ibu klien mengatakan, anaknya gatal-gatal, kulitnya mengelupas, sesak nafas dan panas 4 hiri
2.      Riwayat Penykit sekrang.
Ibu klien mengatakan,sebelum anaknya di bawa ke RSUD dr. H SOEWONDO KENDAL, anaknya mengalami gatal-gatal setelah makan kerang, lalu esok harina klien sesak nafas dan panas, dan sudah di periksakan ke PUKESMAS tedekat. Kemudian klien di beri suat rujukan untuk diperiksakan ke RSUD KENDAL, klien masuk melalui IGD. Setelah mendapatkan perawatan intensif,klien mendapat therapy infus D5% 12 tpm, O2 3 liter/menit, injeksi Dexametasone 3 x 4mg, Genta 3 x 4mg dan hidrokortison salp 2x oles (pagi-sore). Kemudian klien masuk ruang Dahlia pada jam 18:20 WIB.
3.      Riwayat Penyakit Dulu.
Ibu klien  mengatakan bahwa klien sebelum sakit seperti yang di derita klien saat ini, klien pernah sakit diare dan thypoid dan di rawat inap di RSUD KENDAL sebelumnya. Klien juga mempunyai riwayat alergi makanan seperti, sosis dan kerang.
4.      Riwayat Penyakit Keluarga.
Ibu klien mengaakan bahwa di dalam jekuarganya dulu pernah ada anggota keluarga yang mempunyai riwayat elergi terhadap makanan. Yaitu kakek dari klien sendiri.
5.      Genogram.    
                          


 


                                                                        












 
                                                                                     
Keterangan :
: Laki-laki.
: Perempuan.
: Klien.
: Punya riwayat alergi.
: Tinggal serumah.
6.      Riwayat Sosial.
a. Yang mengasuh.
Klien di asuh sendiri oleh ibu dan ayahnya.
b. Hubungan dengan keluarga.
Klien adalah anak kandung  dari 3 bersaudara,dan klien merupakan anak terahir.
c. Pembawaan secara umum.
Klien merupakan anak yang aktif di dlam likungan anak-ank seusianya.
C.    KEADAAN SAAT INI
1. Diagnosa medis                        : Dermatitis Atopik.
2. Indikasi tindakan operasi         :-
3. StatuS cairan                            :D5% 15 tpm
4. Obat therapy    : Injeksi           : Dexametasone           3 x4mg
Genta                         3 x 4mg
O2                              3liter/menit
P.O                :
Salbutamol                 2mg 3 x 1
Metil preonidasol       2mg 3 x 1
Salp hidrokortison     2x/hari
Nebulizer +                3/hari
5. Tindakan keperawatan :
-        Monitor KU & TTV klien.
-        Mengatur kenyamanan klien.
-        Monitor keadaan kulit klien.

D.    PENGKAJIAN GORDON
a.       Pola persepsi dan management kesehatan.
Sebelum sakit:
Keluarga mengatakan bahwa kesehatan sangat penting, sehingga apabila ada keluarga yang sakit selalu diperiksakan ke bidan/puskesmas.
Saat sakit:
Saat ini klien berada di RSUD dr. H Soewondo Kendal diruang dahlia dengan diagnose Dermatitis Atopik. Ibu klien belum begitu memahami tentang perawatannya, ibu klien belum memahami tentang cara kompres yag benar.
b.      Pola nutrisi dan metabolik.
Sebelum sakit:
Ibu klien mengatakan klien makan 3x sehari dengan  nasi dan lauk.
Saat sakit:
Ibu mengatakan nafsu makan klien berkurang,namun klien sering makan makanan ringan (ngemil).
c.       Pola eliminasi.
Sebelum sakit:
BAB 1x sehari, konsistensi lembek, bau khas, berwarna kuning, BAK ± 4-6x sehari, warna kuning jernih, bau khas.
Saat sakit:
Sehari ini klien belum BAB, konsistensi padat kadang cair, bau khas, warna kuning tanpa lender dan darah. BAK 4-6x sehari, warna kuning jernih, bau khas.
d.      Pola aktifitas dan latihan.
Sebelum sakit:
Ibu mengatakan klien anak yang aktif dan pandai.
Saat sakit:
Ibu mengatakan klien beraktifitas di tempat tidur dan kamar, klien juga sering menggaruk garuk tubuhnya.
e.       Pola istirahat.
Sebelum sakit:
Ibu mengatakan klien tidur malam ± 9 jam dan saat siang klien jarang tertidur.karena klien asik bermain dengan teman-temannya.
Saat sakit:
Ibu mengatakan klien tidur malam ± 7 jam,klien juga kadang terbangun karena jika klien berkeringat klien merasa gatal.siang klien tidur 4 jam.
f.       Pola persepsi dan kognitif.
Sebelum sakit:
Tidak ada kelainan pada panca indra pengecap dan pendengaran, sehari-hari klien berbicara dengan bahasa verbal. Bahasa yang digunakan adlah bahasa jawa.
Saat sakit:
Klien terlihat gelisa karena rasa gatal yang dirasakannya.
g.      Pola konsep diri.
Sebelum sakit:
Ibu mengatakan An. N jarang rewel, klien anak yang aktif dn mudah bergaul dengan anak-anak seusianya.
Saat sakit:
Klien terlihat ketakutan saat didekatai oleh perawat yang ditandai dengan reaksi wajah klien yang tegang dan seperti tidak ingin didekati karena klien berfikir kalau perwat akan menyakitimya seperti injeksi dll.
h.      Pola hubungan dan peran.
Sebelum sakit:
Ibu mengatakan klien dapat berinteraksi dengan keluarga, masyarakat, dan tetagga tidak ada masalah.
Saat sakit:
Klien bisa berinteraksi dengan keluarga dan tidak begitu busa berinteraksi dengan tenaga kesehatan.
i.        Pola koping dan keluarga.
Ibu mengatakan An. N selalu menangis bila ada sesuatu yang membuat dirinya tidak nyaman.
j.        Pola nilai dan keyakinan.
Klien dan keluarganya beragama islam.
k.      Pola reproduksi dan sexsual.
Ibu klien mangatakan klien baru berumur 6 tahun.
                                                                                                    
E.     PEMERIKSAAN FISIK.
1.      keadaan umum       : lemah.
2.      kesadaran                : Composmetis.
3.      TTV                        :
N     : 120x/menit.
S     :37,4 C.
RR  :40x/menit.
BB  :12 kg.
4.      Kepala                    :
-        Mesocopal.
-        Rambut hitam,ikal.
-        Tidak ada lesi pada kulit.
5.      Mata                       :
-        Simetris.
-        Ada reflek cahaya.
-        Konjungtiva tidak anemis.
6.      Hidung                   :
-        Bersih.
-        terpaSang kanul O2 3 ltr/menit.
7.      Mulut                      :
-        Mukosa kering
-        Tidak ada stomatitis.
8.      Leher                      :
Tidak ada pembesaran kelenjaar limpha dan tyroid.
9.      Dada                       :
Paru-paru :              I : simetris,kembang kempis terlihat cepat.
P : tidak ada nyeri tekan.
P : terdengar suara rhonci.
A :40x/menit.
10.  Perut:                      I : Datar, terdapat kemerahan.
A : Bising usus +.
P : Sonor.
P : Tidak ada nyeri tekan.
11.  Ekstermitas :
Atas            :
-        Tangan kiri terpasang infus D5% 15 tpm.
-        Terdapat bintik kemerahan pada tangan.
Bawah:
 Pada kedua kaki terdapat lesi, kemerahan.
Kulit:
-          Sawo matang.
-          Mengelupas.
-          Terdapat kemerahan pada tangan,kaki, perut.
-          Terasa gatal :        P : Nyeri karena gatal-gatal.
Q  :  Nyeri dirasakan seperti terbakar.
R : Nyeri dirasakan pada perut, kedua tangan dan kaki.
S   :  Skala nyeri 6.
T  : Nyeri dirasakan hilng timbul (tiba-tiba) dan saat berkeringat.

F.     PAHTWAYS KEPERAWATAN.
 







Produksi sputum
 
                                                            
 










G.    PEMERIKSAAN PENUNJANG.
Parameter
Hasil
Nilai normal
WBC
17.5 x 10 /ul
4 - 11
LY
1.2 x 10 /ul
1.4 - 3.0
MO
0.2 x 10 /ul
0.1 – 0.7
GR
2.6 x 10 /ul
2.8 – 5.8
LY%
30%
25 – 45
MO%
5%
4 – 7
GR%
65%
45 – 70
RBC
3.97 x 10
3.5 – 5.6
HGB
12.3 g/dl
11 – 18
HCT
35.6 %
32 – 54
MCV
82.4 fl
79 – 101
MCH
26.7 pq
26 – 36
MCHC
35.6 g/dl
31 – 37
RDW
13.9 %
11.5 - 14.5
PLT
442 X 10 /ul
120 – 500
PCT
 0.069%
0.130 – 0.280
MPV
9.2 fl
6.0 – 17.0
PDW
12.3 fl
11.5 – 14.5


H.    ANALISA DATA
NO
DATA
ETIOLOGI
PROBLEM
1
Ds: Ibu klien mengatakan,anaknya
panas 4 hiri
Do:
·         S :37,4 C
·         leucosid :17.500
·         mukosa kering
Proses infeksi.
Hipertermi.
2
Ds: Ibu klien mengatakan,anaknya
sesak nafas.
Do:
Dada:
I : simetris,kembang kempis terlihat cepat.
P : tidak ada nyeri tekan.
P : terdengar suara rhonci.
A :40x/menit.
O2 3lt/menit.
Penyempitan jalan nafas/penumpukan sekret berlebih.

jalan nafas tidak efektif.
3
Ds:Ibu klien mengatakan,anaknya gatal-gatal,kulitnya mengelupas.
Do:
·         Klien terlihat menggaruk garuk tubuhnya.
·         Tampak kemerahan pada kulit.
Terpapar alergen.
Kerusakan integrias kulit.
4
Ds:-
Do:
·         Kulit Mengelupas.
·         leucosid :17.500
·         Terdapat kemerahan pada tangan, kaki,  perut.
·         Terasa gatal
Kerusakan jaringan dan peningkatan paparan lingkungan.
Resiko infeksi
5
Ds:
P : Nyeri karena gatal-gatal
Q : Nyeri dirasakan seperti terbakar
R :Nyeri dirasakan pada perut, kedua tangan dan kaki
S :  Skala nyeri 6
T : Nyeri dirasakan hilng timbul (tiba-tiba) dan saat berkeringat
Do: -

Agen injuri atau allergen
Gangguan rasa naman : nyeri (gatal)




I.       DIAGNOSA KEPERAWAAN.
1.      Hipertermi b/d Proses infeksi
2.      Jalan nafas tidak efektif b/d Penyempitan jalan nafas/penumpukan sekret berlebih.
3.      Kerusakan integrias kulit b/d Terpapar alergen.
4.      Resiko infeksi b/d Kerusakan jaringan dan peningkatan paparan lingkungan.
5.      Gangguan rasa naman : nyeri (gatal) b/d Agen injuri atau allergen

J.      INTERVENSI.
NO
TUJUAN & KH
INTERVENSI
RASIONAL
1
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x7 jam  diharapkan suhu tubuh kembali dalam batasan normal.
KH :
·         Suhu tubuh stabil 36 – 37 C.
·         Bebas dari kedinginan.
·    Monitor KU & TTV klien.
·    Anjurkan konpres hangat.
·    Anjurkan minum banyak air putih.
·    Berikan obat-obat antipiretik sesuai indikasi.
·    Memantau perkembangan klien.
·    Membantu menurunkan panas.
·    Menghindari resiko dehidrasi.
·    Menurunkan panas pada hipotalamus.
2
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x7 jam  diharapkan pola nafaS kembali efektif.
KH :
·         Tidak batuk.
·         RR dalam batas normal.
·    Kaji TTV terutama pada pola nafasnya.


·    Anjurkan minum hangat.

·    Lakukan penghisapan lendir.
·    Ajarkan batuk efektif.

·    Berikan antibiotik dan anti piretik sesuai indikasi,kaji efek samping.
·   Pernafasan merupakan karakteristik utama adanya penyambatan jalan nafas.
·   Membantu mengencerkan sekret.
·   Lakukan dengan pengawasan efektif.
·   Membantu pengeluaran sekret.
·   Mempercepat penyembuhan,pemberantaSan kuman.
3
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x7 jam  diharapkan kerusakan kulit dapat terhindari.
KH :
·         Itregritas kulit yang baik bisa dipertahankan.
·         Tidak da luka atau lesi pda kulit.
·     Monitor KU akan adanya kemerahan.
·     Anjurkan memakai pakaian yang longgar.

·     Jaga kebersihan agar tetap bersih dan kering.



·     Mobilisasi klien secara teratur.
·     Hindari kerutan pada tempat tidur.
·    Mengobservasi tingkat kerusakan kulit.
·    Menghindari melebarnya kerusakan jaringan.
·    Daerah yang lembab akan memper cepat tumbuhnya mikroorganisme.

·    Mengurangi tekanan pada kulit.
·    Tempat tidur yang berkerut akan merusan jaringanyang mulai baik.
4
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x7 jam  diharapkan resikon infeksi dapat dihindari.
KH :
·    Menunjukan kemampuan mencegah infeksi.
·    Bebas dari tanda-tanda infeksi.
·    Menunjukan perilaku yang sehat.
·    Monitor tanda dan gejala infeksi.

·    Berikan perawatan kulit.

·    Membuang jaringan yang mati.
·    Anjurkan klien mencuci tangan sebelum melakukan tindakan.
·    Anjurkan klien untuk mandi dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih.
·    Berikan therapy antibiotik.
·    Mengobservasi keadaan kulit akan adanya tanda infeksi.
·    Mengugrangi resiko infeksi.
·    Mempercepat penyembuhan.
·    Mencegah penyebaran mikroorganisme.

·    Untuk mencegah tumbuhnya mikro organisme penyebab infeksi.

·    membunuh mikro organisme penyebab infeksi.
5
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x7 jam  diharapkan nyeri dapat berkurang.
KH :
·    Skala nyeri turun dari 6 jadi 1.
·    Monitor KU & TTV klien.
·    Kaji frekuensi dan tingkat nyeri.
·    Anjurkan keluarga untuk mengajak klien bermain saat klien merasa nyeri.
·    Kolaborasi pemberian analgetik.
·    TTV merupakan tanda akibat adanya nyeri.
·    Mengukur ambang nyeri.
·    Mengalihkan rasa nyeri saat klien merasakan nyeri.
·    Mengurangi rasa nyeri

K.    IMPEMENTASI.
Tgl/jam
NO DX
IMPLEMENTSI
RESPON KLIEN
24-11-2011
08:05










08:05






08:05






09:10









09:55






09:55




11:45











11:45



11:45





11:45





12:35
1 s/d 5











1,2






1 s/d 5





1 s/d 5








3,4,5






5




5











5



3,4,5





4





1,2
Ø  Memonitor KU & TTV klien.












Ø  mengnjurkan minum banyak air putih dan hangat.





Ø  menganjurkan konpres hangat.






Ø  memberikan obat-obat therpy  sesuai indikasi.








Ø  Memonitor KU akan adanya kemerahan.





Ø  menganjurkan memakai pakaian yang longgar.



Ø  Mengkaji frekuensi dan tingkat nyeri.










Ø  Menganjurkan keluarga untuk mengajak klien bermain saat klien merasa nyeri.

Ø  Menganjurkan klien untuk mandi dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih.

Ø  Menganjurkan klien mencuci tangan sebelum melakukan tindakan.



Ø  Berikan obat-obat therapy sesuai indikasi.
Ds: Ibu klien mengatakan,anaknya gatal-gatal,kulitnya mengelupas,sesak nafas dan panas 4 hiri
Do:
·    Klien terlihat mengruki tubuhnya.
·    Pada perut dan kedua tangan, kaki terlihat lesi.
N : 120x/menit.
S  :37,4 C.
RR           :40x/menit.

Ds: Keluarga mengatakan ingin melakukan anjuran perawat.
Do:
·         Klien terlihat minum air putih.
·         S: 37,4C.
·         RR:40x/menit.

Ds: -
Do:
·         Kluarga klien terlihat menyiapkan air hangat.
·         Klien di kompres pada kening dan aksila.

Ds: -
Do:
Klien terlihat ingin menangis saat obat dimasukan lewat infus.
Dexametasone          4mg
Genta                        30mg
O2                             3 ltr/menit.
Inf. D5 %                 12 tpm.


DS: Kliien mengatakan gatal-gatal.
Do:
·         kemerahan pada tangan, perut, kaki.
·         Kulit mengelupas.

Ds: -
Do:Keluarga terlihat mengangguk dan memilih pakaian yang longgar.

Ds:
P : Nyeri karena gatal-gatal.
Q : Nyeri dirasakan seperti terbakar.
R :Nyeri dirasakan pada perut, kedua tangan dan kaki.
S :  Skala nyeri 6.
T : Nyeri dirasakan hilng timbul (tiba-tiba) dan saat berkeringat.
Do: Kulit ter lihat mengelupas.


Ds: Keluarga mengatakan “iya”
Do:Klien terlihat bermain dengan ibunya.

DS: Keluarga klien mengatakan akan memandikan klien nanti sore seperti anjuran perawat.
Do: Klien terlihat tertidur pulas.


Ds: Keluarga klien mengatakan akan melakukan anjuran perawat.
Do: Klien terlihat tertidur pulas.



Ds: Klien mengatakn masih sesak.
DO:
Salbutamol 2mg
O2 3ltr/menit.
S: 37”C
RR: 38x/menit
25-11-2011
14:25



14:25




14:30





14:50






14:55
















15:00



16:10









17:00






17:30




19:45




19:50







20:00
1 s/d 5




2




2





3,4






5
















5



2 s/d 5








4






3,4




2




2







2
Ø  Memonitor klien KU & TTV.





Ø  Menganjurkan minum hangat.




Ø   Mengajarkan batuk efektif.





Ø  Mengobservasi keadaan kulit akan adanya tanda infeksi.





Ø  Mengkaji frekuensi dan tingkat nyeri.















Ø  Menganjurkan keluarga untuk mengajak klien bermain saat klien merasa nyeri.

Ø  memberikan obat-obat therpy  sesuai indikasi.








Ø  Menganjurkan klien untuk mandi dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih.


Ø  Memberikan therpy  sesuai indikasi (hidrokortison salp).



Ø  Menganjurkan minum hangat.




Ø  Melakukan therapy (nebulizer).







Ø  Mengajarkan batuk efektif

Ds: Ibu klien mengatakan,anaknya gatal-gatal,sesak nafas.
Do: Klien terlihat ingin menggaruk gsruk tubuhnya.

Ds: -
Do:
·    Klien minum air hangat.
·    Klien merSa lebih lega.

Ds:  -
Do:
·    Klien mau mengikuti.
·   Klien batuk dengan sedikit sekret.

Ds: Klien mengatakan gatal.
Do:
·   Terlihat kemerahan pada kulit klien.
·    Ada tanda infeksi.
·    Kulit mengelupas.

Ds: Klien mengatakan perih dan gatal.
P   : Nyeri karena gatal-gatal pada anggota tubuh.
Q : Nyeri dirasakan perih seperti terbakar(knalpot).
R :Nyeri dirasakan pada perut, kedua tangan dan kaki.
S :  Skala nyeri 6.
T : Nyeri dirasakan hilng timbul (tiba-tiba) dan saat berkeringat.
Do:
·    Klien terlihat gelisah.
·    Klien terlihat ingin menggaruk tubuhnya.


Ds: -
Ds: Klien terlihat asik bermain dengan keluarga.

Ds: -
Do:
·    Klien mau dilakukan tindakan keperewatan.
·    Klien terlihat kesakitan ketika obat (inj.Dexametason 4mg) masuk lewat infus D5 % 15 tpm.
·    O2 3 ltr/menit.

Ds: Ibu mengatakan akan melakukan anjuran perawat.
Do: Terlihat keluarga memandikan klien Seperti anjuran perawat.


Ds: -
Do:Keluarga mengoleskan salp hidrokortison pada kulit klien dengan petunjuk perawat.

Ds: -
Do:
·    Klien minum hangat.
·    Klien merasa lebih lega.

Ds: Klien mengatakan mau dilakukan tindakan keperawatan.
Do:
·    Kliendilakukan therapy
·    Klien terlihat batuk saat dilakukan tindakan (nebulizer) dan keluar sekret.

Ds: -
Do:
·    Klien mengikuti arahan perawat.
·    Klien batuk dengan sedikit sekret.
·    RR 30x/menit.

26-11-2011
14:15






14:15


14:20








14:25



14:35




14:45













14:50



15:50







17:05





17:25






19:35




19:40



19:50
1 s/d 5







2


3.4








4



4




5













5



3,4,5







3,4





3,4






2




2



2
Ø  Memonitor klien KU & TTV.








Ø  Memberikan therapy 02.


Ø  Memonitor KU akan adanya kemerahan.







Ø  Menganjurkan keluarga dan klien mencuci tangan sebelum melakukan tindakan.

Ø  Membuang jaringan yang mati.




Ø  Mengkaji frekuensi dan tingkat nyeri.












Ø  Menganjurkan keluarga untuk mengajak klien bermain saat klien merasa nyeri.

Ø  Memberikan therpy  sesuai indikasi.






Ø  Menganjurkan klien untuk mandi dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih.

Ø  Memberikan therpy  sesuai indikasi (hidrokortison salp).





Ø  Menganjurkan minum hangat.




Ø  Melakukan therapy (nebulizer).



Ø  Mengajarkan batuk efektif

Do: Ibu klien mengatakan anaknya gatal.
Ds:
·         Klien terlihat menggaruk garuk tubuhnya.
·         N: 120x/menit.
S: 36,7 C.
RR: 28x/menit.

Ds: -
Do: O2  masuk 2 lt/menit.

Ds: Klien mengatakan gatal.
Do:
·         Terlihat klien menggaruki tubuhnya.
·         Kulit mulai membaik, kemerahan mulai berkuramg.
·         Jaringan yamg rusak mulai kering.

Ds: Keluarga mengatakan “ya”.
Do: Klien mendengarkan.


Ds: Klien bersedia.
Do: Klien terlihat menahan perih saat jaringan yang di ambili perawat.

Ds: Klen mengatakan perih.
P   : Nyeri karena gatal-gatal pada anggota tubuh.
Q : Nyeri dirasakan perih seperti di cubiti.
R :Nyeri dirasakan pada jaringan kulit yang mati.
S :  Skala nyeri 6.
T : Nyeri dirasakan hilng timbul (tiba-tiba) dan saat jaringan kulit yang mati di ambil.
Do: Klien terlihat meringis ringis.


Ds: -
Do: Terlihat keluarga mengajak klien bermain.

Ds: -=
Do:
·         Klien terlihat meringis saat obat masuk.
·         Inj. Dexamethasone 4mg
·         Inf. D5 % 15 tpm.


Ds: -
Ds:
 Klien dimndikan (sibin) dengan air hangat yang di beri sabun.


Ds: -
Do:
·         Hidrokortisone salp sudah di oleskan pada jaringan yang rusak.
·         Klien merasa lebih nyaman.
Ds: -
Do:
·         Klien merasa lebih lega.
·         RR 27x/menit.


Ds:  Klien mengatakan bersedia.
Do: Klien terlihat batuk saat dilakukan tindakan.

Ds: -
·    Do: Klien mengikuti arahan perawat.
·    Klien batuk dengan sedikit sekret.
·    RR 26x/menit.



L.     EVALUASI.
Jam/tgl
NO DX
EVALUASI
TTD
24-11-2011
13:25 WIB
1








2

















3













4
















5
S; Ibu mengatakanklien Sudah tidak panaS lagi.
O:
·         S:36,7C
·         Akral hangat.
·         Tidak ada tanda-tanda dehidrasi.
A: Masalah teratasi.
P: Intervensi Selesai.                      

S: Klien mengatakan sesak.
O:
·    RR: 36,7 C
·    Dada :
I : Simetris,kembang kempis cepat.
P : Tidak ada nyeri tekan.
P : sonor
A : Masih terdengar rhonci.
A: Masalah mulai teratasi.
P:  Lanjutkan intervensi.
·    Kaji TTV terutama pada pola nafasnya.
·    Anjurkan minum hangat.
·    Lakukan penghisapan lendir.
·    efektif. Ajarkan batuk.
·    Berikan antibiotik dan anti piretik sesuai indikasi,kaji efek samping.

S: klien mengatakan gatal.
O:
·    Klien terlihat menggaruki tubuhnya.
·    Ada kemerahan pada kulit.
·    Kulit terlihat mengelupas.
A: masalah belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi.
·     Monitor KU akan adanya kemerahan.
·     Anjurkan memakai pakaian yang longgar.
·     Jaga kebersihan agar tetap bersih dan kering.
·     Mobilisasi klien secara teratur.
·     Hindari kerutan pada tempat tidur.

S: Ibu klien mengatakan anknya gatal.
O:
·         Ada kemerahan pada kulit klien.
·         Kulit klien tapak mengelupas.
A: Mesalah belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi.
·    . Monitor tanda dan gejala infeksi.
·    Berikan perawatan kulit
·    Membuang jaringan yang mati.
·    Anjurkan klien mencuci tangan sebelum melakukan tindakan.
·    Anjurkan klien untuk mandi dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih.
·    Berikan therapy antibiotik

S :
P : Nyeri karena gatal-gatal dan perih.
Q : Nyeri seperti terbakar.
R : nyeri pada tangan, kaki, perut pada jaringan yang rusak.
S : Skala nyeri 6.
T : Nyeri terasa hhilang timbul.
O :
·    Klien terlihat menggaruki tubuhnya.
·    Klien terlihat gelisah.
·    Kulit kemerahan.
·    Kulit mengekupas.
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi.
·    Monitor KU & TTV klien.
·    Kaji frekuensi dan tingkat nyeri.
·    Anjurkan keluarga untuk mengajak klien bermain saat klien merasa nyeri.
·    Kolaborasi pemberian analgetik.

25-11-2011
20:05 WIB
2




















3














4


















5
S : Keluarga klien mengatakan anaknya sudah terlihat mendingan.
O :
·    Klien terlihat lebih nyaman.
·    RR : 30x/menit.
·    O2 2 liter/menit.
·    Dada :
I : Simetris,kembang kempis cepat.
P : Tidak ada nyeri tekan.
P : sonor
A : Masih terdengar rhonci.
A : Masalah mulai teratasi.
P : Lanjutkan intervensi.
·    Kaji TTV terutama pada pola nafasnya.
·    Anjurkan minum hangat.
·    Lakukan penghisapan lendir.
·    efektif. Ajarkan batuk.
·    Berikan antibiotik dan anti piretik sesuai indikasi,kaji efek samping.

S : Ibu mengatakan kulit anaknya mengelupas.
O :
·    Kulit klien tampak kemerahan.
·    Kulit mengelupas.
·    Tidan ada pelebaran pada kerusakan jaringan yang rusak.
A : Masalah belum teratasi.
P : Lanjutkan intervensi.
·     Monitor KU akan adanya kemerahan.
·     Anjurkan memakai pakaian yang longgar.
·     Jaga kebersihan agar tetap bersih dan kering.
·     Mobilisasi klien secara teratur.
·     Hindari kerutan pada tempat tidur.

S : Ibu klien mengatakan kulit anaknya kemerahan dan mengelupas.
O :
·    Kemerahan pada jaringan yang rusak.
·    Kulit mengelupas.
·    Ada tanda infeksi.
A : Masalah belum teratasi.
P: Lanjutkan intervensi.
·    . Monitor tanda dan gejala infeksi.
·    Berikan perawatan kulit
·    Membuang jaringan yang mati.
·    Anjurkan klien mencuci tangan sebelum melakukan tindakan.
·    Anjurkan klien untuk mandi dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih.
·    Berikan therapy antibiotik

S : Klien mengatakan gatal dan perih pada jaringan yang rusak.
P : Nyeri karena gatal-gatal dan perih.
Q : Nyeri seperti terbakar.
R : nyeri pada tangan, kaki, perut pada jaringan yang rusak.
S : Skala nyeri 6.
T : Nyeri terasa saat berkeringat.
O :
·    Klien tampak gelisah.
·    Klien terlihat menggaruki anggota tibuhnya.
·    Kulit mengelupas.
A : Masalah teratasi sebagian.
P : Lanjutkan intervensi.
·    Monitor KU & TTV klien.
·    Kaji frekuensi dan tingkat nyeri.
·    Anjurkan keluarga untuk mengajak klien bermain saat klien merasa nyeri.Kolaborasi pemberian analgetik.


26-11-2011
20:00 WIB
2


















3














4


















5
S : Kliewn mengatakan sudah tidak sesak.
O :
·    Klien terlihat lebih nyaman.
·    RR : 27x/menit.
·    Dada :
I : Simetris,kembang kempis cepat.
P : Tidak ada nyeri tekan.
P : sonor
A : Masih terdengar rhonci.
A : Masalah teratasi sebagian.
P : Lanjutkan intervensi.
·    Kaji TTV terutama pada pola nafasnya.
·    Anjurkan minum hangat.
·    Lakukan penghisapan lendir.
·    efektif. Ajarkan batuk.
·    Berikan antibiotik dan anti piretik sesuai indikasi,kaji efek samping.

S : Klien mengatakan masih gatal.
O :
·    Integritas kulit mulai membaik.
·    Kulit bersih.
·    Kemerahan mulai pudar (hilang).
A : Masalah teratasi sebagian.
P : Lanjutkan intervensi.
·     Monitor KU akan adanya kemerahan.
·     Anjurkan memakai pakaian yang longgar.
·     Jaga kebersihan agar tetap bersih dan kering.
·     Mobilisasi klien secara teratur.
·     Hindari kerutan pada tempat tidur.

S : Ibu klien mengatakan kulit anaknya menbaik, kering.
O :
·    Kulit bersih.
·    Tidak ada tanda inveksi.
·    Tidak ada perluasan kerusakan jaringan.
·    Klien terlihat lebih nyaman.
A : Masalah teratasi sebagian.
P: Lanjutkan intervensi.
·    . Monitor tanda dan gejala infeksi.
·    Berikan perawatan kulit
·    Membuang jaringan yang mati.
·    Anjurkan klien mencuci tangan sebelum melakukan tindakan.
·    Anjurkan klien untuk mandi dengan air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih.
·    Berikan therapy antibiotik.

S :
·    Klien mengatakan masih sedikit gatal.
·    Klien mengatakan perih.
P : Nyeri karena gatal-gatal dan perih.
Q : Nyeri seperti terbakar.
R : nyeri pada tangan, kaki, perut pada jaringan yang rusak.
S : Skala nyeri 6.
T : Nyeri terasa saat berkeringat.
O : -
A : Masalah teratasi sebagian.
P : Lanjutkan intervensi.
·    Monitor KU & TTV klien.
·    Kaji frekuensi dan tingkat nyeri.
·    Anjurkan keluarga untuk mengajak klien bermain saat klien merasa nyeri.Kolaborasi pemberian analgetik.