BAB V
PENUTUP
Pada BAB ini penulis akan menyimpulkan beberapa hal penting
yang harus diperhatikan serta saran-saran yang bermanfaat bagi pihak dalam
melakukan Asuhan Keperawatan Anak pada klien An. N dengan Dermatitis Atopik di Ruang Dahlia RSUD dr. H. Soewondo Kendal.
A.
Kesimpulan.
Dermatitis
atopik adalah kelainan kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak, yang biasa
ditandai oleh rasa gatal, penyakit sering kambuh, dan distribusi lesi yang khas.
Dermatitis
atopik ini penyebabnya adalah multifaktorial, termasuk di antaranya faktor
genetik, emosi, trauma, keringat, dan faktor imunologis (Mansjoer, 2000).
Dan faktor/ penyebab yang tampak pada klien An. N dalam pengkajian
adalah dari faktor genetik yang di turunkan oleh kakek klien, dapat juga
penurunannya melalui kontak langsung saat klien diajak/digendong karena keadaan
tersebut juga bisa mempengaruhi. Dan klien mempunyai riwayat alergi terhadap
makanan seperti sosis dan kerang.
|
Dalam penatalaksanaan dan asuhan keperawatan
yang akan diberikan pada klien, selain harus mengacu atau berpedoman pada
sumber-sumber yang relefan. Kita juga harus memperhatikan keadaan dan setiap
perkembangan klien di lapangan. Karena pada setiap klien, gejala dan
faktor-faktor yang di tunjukan berbeda-beda. Jadi kita sebagai calon-calon
tenaga kesehatan yang profesional harus banyak-banyak membaca dan pandai-pandai
mengkolaborasikan setiap tindakan sesuai dengan keadaan klien.
Karena ekonomi yang tidak mendukung klien
pulang dengan keadaan belum sembuh benar, pada tanggal 27 November 2011.
Planning pulang yang diberikan untuk klien dan keluarga yang perlu di perhatikan
saat di rumah yaitu meliputi : beritahu keluarga untuk kontrol ke poli kulit
pada hari ke 3 setelah kepulangan. Yang perlu diperhatikan keluarga
untuk perawatan pada anaknya dengan
dermatitis atopik, seperti yang dilakukan perawat, semisal: memandikan dengan
air hangat yang diberi sabun (detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih, Jaga
kebersihan agar tetap bersih dan kering, mencuci tangan sebelum melakukan
tindakan, menghindari makanan dan benda yang dapat memicu
terjadinya alergi.
Juga dianjurkan kepada keluarga saat mencuci pakaian klien agar tidak dijadikan
satu dengan anggota keluarga yang lain, karena juga bisa menjadikan faktor
penularan. Dan kebersihan lingkungan di sekitar klien terutama
pada kebersihan diri klien sendiri.
B.
Saran.
Berdasarkan kesimpulan diatas penulis memberikan saran sebagai
berikut:
1.
Untuk
Rumah Sakit.
Rumah sakit di harapkan untuk penyakit
kelainan kulit ini agar bisa ditempatkan di ruang tertutup (isolasi), karena
dermatitis atopik termasuk penyakit kelainan kulit yang dapat menular melalui
kontak langsung dan perlu dilakukan perawatan yang khusus.
2.
Untuk
Institusi Pendidikan.
Institusi pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan,
hendaknya menambah literature yang ada diperpustakaan, dengan literature yang
masih tergolong terbitan baru, sehingga peserta didik tidak kesulitan saat
mencari literature.
3.
Untuk
Perawat.
Bagi perawat dalam melakukan tindakan keperawatan kepada klien
dermatitis atopik agar menggunakan proteksi diri seperti memakai handscoon, masker,
sebelum dan setelah melakukan tindakan.
4.
Untuk
Mahasiswa.
Bagi penulis diharapkan agar
lebih meningkatkan pengetahuan serta mengaplikasi ilmu pengetahuan yang didapat
di rumah sakit dan lebih banyak belajar lagi dalam pembuatan karya tulis ini, karena
penulis masih banyak kesalahan dan kekurangan.
5.
Untuk keluarga klien.
Keluarga diharapkan mengerti cara-cara
menangani atau perawatan pada anaknya dengan dermatitis atopik, seperti yang
dilakukan perawat, semisal: memandikan dengan air hangat yang diberi sabun
(detol) dan keringkan dengan handuk yang bersih, Jaga kebersihan agar tetap
bersih dan kering, mencuci tangan sebelum melakukan tindakan, menghindari
faktor pencetus alergi. Juga dianjurkan kepada keluarga saat mencuci pakaian
klien agar tidak dijadikan satu dengan anggota keluarga yang lain, karena juga
bisa menjadikan faktor penularan.